DARI BELINYU KE JALAN LAIN KE RUMBUK RANDU

Rp 73.000

0 out of 5

Naskah nomor 31, “Bualan Warto Kemplung, Cerita Bersambung Mustofa Abdul Wahab”, adalah Pemenang Pertama. Karya kritik sastra ini menyoroti strategi dan bentuk naratif novel Dawuk: Kisah Kelabu dari Rumbuk Randu karya Mahfud Ikhwan (2017), dengan fokus sudut pandang penceritaan oleh dua narator. Pengulas menunjukkan bahwa peristiwa pembacaan adalah upaya untuk memasuki suatu narasi sekaligus proses untuk memahami bagaimana “realitas” terbentuk dalam narasi, baik narasi versi narator pertama maupun yang kedua. Masing-masing versi saling berkelindan sehingga pembaca digiring agar tidak lagi mempersoalkan “realitas” mana yang lebih mungkin untuk dipercayai. Analisis naratologisnya tidak hanya mengungkapkan kepiawaian dan kebaruan estetik dari karya yang dikritik, melainkan juga membuatnya berhasil mengungkapkan posisi pasca-kolonial dan pasca-modern karya tersebut sebagai karya yang melawan lupa, menjadi penulisan sejarah alternatif dari sejarah resmi, dan sekaligus sebuah karya yang sadar-diri atau metafiksi.

Kekuatannya yang lain adalah kemampuan karya kritik ini menerapkan berbagai teori yang menjadi dasar perspektifnya dengan sangat cermat tanpa membuat teksnya mengalami penindasan. Karya kritik ini memperlakukan teori secara terbuka dan membiarkannya membangun hubungan dialektik dengan teks sehingga ia berhasil mengungkap kebaruan karya yang diteliti dan sekaligus menemukan kontribusi karya terhadap kerangka teori yang ada. Kemampuan kritik ini dalam menempatkan Dawuk dalam konteks sejarah sastra Indonesia dan bahkan dunia adalah kekuatan lainnya yang patut digarisbawahi. Hal itu tidak hanya menunjukkan bahwa sang penulis mempunyai wawasan sejarah sastra yang memadai, melainkan juga memperlihatkan kemampuannya menggunakan wawasan tersebut dengan tepat.[]

 

Faruk, Nirwan Dewanto, Wicaksono Adi

Pertanggungjawaban Dewan Juri Sayembara Kritik Sastra Dewan Kesenian Jakarta 2019

(Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 4 Desember 2019)

Category: . Tag: .

Product Description

TENTANG NASKAH KRITIK:

  1. Cerita yang Berolok-olok, Sejarah yang Diolok-olok (Tentang “Murjangkung: Cinta yang Dungu dan Hantu-hantu”)—Juara I Kritik Sastra dalam Lomba Sastra & Seni Universitas Gadjah Mada
  1. Dari Isidora ke Jalan Lain ke Belinyu (Meneroka Arsitektur Kisah “Kota-kota Kecil yang Diangan dan Kujumpai” karya Raudal Tanjung Banua)—Lima Unggulan Sayembara Kritik Sastra Dewan Kesenian Jakarta
  1. Memahami Jagat Jungkir-Balik Triyanto Triwikromo dalam Surga Sungsang—Pemenang III Sayembara Kritik Sastra Dewan Kesenian Jakarta
  1. Menyinggahi Lampuki (Konflik Aceh dalam Balutan Black Comedy)—Juara I Kritik Sastra dalam Lomba Sastra & Seni Universitas Gadjah Mada
  1. Bualan Warto Kemplung, Cerita Bersambung Mustofa Abdul Wahab (Sebuah Pembacaan atas Dawuk: Kisah Kelabu dari Rumbuk Randu)—Pemenang I Sayembara Kritik Sastra Dewan Kesenian Jakarta 2019.
  1. Perempuan China-Amerika di Antara Hantu-hantu (Realisme Magis dalam Karya Maxine Hong Kingston)—dipublikasikan di Jurnal Poetika (Parodi S2 Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada), Volume II Nomor 1, April 2014.

 

 

Additional Information

cetakan

Februari, 2020

halaman

978-602-6776-99-0, vii + 212

Judul

DARI BELINYU KE JALAN LAIN KE RUMBUK RANDU

penulis

Sunlie Thomas Alexander

Reviews

There are no reviews yet!

Be the first to write a review

*

Delivery and Returns Content description.
logo-gambang-footer
Top