PASCAKOLONIAL

PASCAKOLONIAL

Rp 65.000

Tentu saja, ada banyak buku yang dapat dijadikan referensi. Akan tetapi, untuk pembaca awam, buku R. Setiawan ini juga tak kalah menarik untuk dijadikan rujukan. Buku ini sangat rapi dalam memaparkan pemikiran dan tafsirannya mengenai pascakolonial sebagai suatu kajian kritis, mulai teori, metode, dan aplikasinya. Terlebih, tidak banyak juga referensi yang berbahasa Indonesia untuk kalangan akademisi Indonesia. Buku ini menawarkan teori-teori yang cukup berimbang. Dimulai dari Said dengan Orientalisme, Bhabha dengan ruang dan identitas, sampai Spivak dengan subalternitas. Ada juga pembahasan mengenai realisme magis, politik spasial, dan sastra perjalanan. Saya rasa, buku ini dapat dijadikan referensi yang sangat mujarab bagi mahasiswa sosial, politik, budaya, filsafat, dan sastra. Tentu saja, buku ini tidak akan saya tinggalkan di rak begitu saja.

 

 

Dr. ‪Dwi Retnani Srinarwati

Category: Tag:

Description

Buku ini dibuka dengan pemahaman umum secara historis, praktis, dan kritis mengenai pascakolonialisme, Dari pemahaman tersebut, buku berpendar untuk menggagas beberapa teori pascakolonialisme seperti Orientalisme, Identitas, Subalternitas, Politik Spasial, Realisme Magis, dan Sastra Perjalanan.

Orientalisme, dalam pandangan Edward Said, dapat dilihat secara ringkas sebagai suatu cara pandangan Barat terhadap timur sehingga wacana di dalamnya mengandung kekuasaan kolonial atas bangsa Timur, pandangan tersebut melihat, membayangkan, menekankan, membesar-besarkan dan mendistorsi perbedaan antara masyarakat serta budaya Timur (terutama bangsa Arab) dengan bangsa Eropa Barat. Sementara itu, Bhabha meyakini kekuasaan kolonial tersebut pasti akan berdampak pada identitas bangsa dari masyarakat Dunia Ketiga. Namun, sebagai seorang dekonstruksionis, Bhabha menunjukkan bahwa krisis tersebut dapat menjadi alat resistensi yang menghancurkan dominasi kekuasaan kultural dalam identitas bangsa Dunia Ketiga tersebut. Akan tetapi, Dunia Ketiga sendiri sangat identik dengan orang-orang Subaltern, sehingga Gayatri C. Spivak, menjelaskan adanya proses politis yang justru memanfaatkan orang-orang tertindas sebagai alat untuk melanggengkan suatu kekuasaan.

Selain masalah-masalah tersebut, teori pascakolonial juga merambat pada dimensi ruang, di mana ada kajian ruang yang dikembangkan oleh Sara Upstone, Realisme Magis oleh Wendy B. Faris, dan juga Sastra Perjalanan oleh Carl Thompson. Ketiganya merupakan perkembangan dari teori kritis pascakolonialisme. Tentu saja, semuanya ditulis di dalam buku ini, baik ulasan teoretis dan contoh penerapannya dalam karya sastra. Inilah yang menjadi kekuatan buku ini. Buku ini adalah suatu pendulum yang cukup lengkap dan sangat membantu dalam perluasan pemahaman kajian pascakolonialisme.

Additional information

Judul

Pascakolonial

penulis

R. Setiawan

cetakan

Ketiga, Januari 2022

halaman

vii + 210

ISBN

978-602-6776-56-3

Reviews

There are no reviews yet!

Be the first to write a review

*

Delivery and Returns Content description.

Jika Anda Merasa Kesusahan dalam Berbelanja Buku dari Website Kami Silakan Order Melalui Nomor WhatsApp Berikut : 0856-4303-9249

Top