Shop

Showing 1–12 of 49 results


  • Ada seni menulis, ada seni membaca. Adalah seni membaca yang menentukan makna tulisan. Menghadapi cerita-cerita Ayu Weda, saya menerima cerita-ceritanya sebagai cerita berdasarkan pengalaman, penghayatan, dan pengamatan seorang perempuan Indonesia dalam perjuangan eksistensialnya—yakni mengada dengan cara menyatakannya.

    Cerita-cerita ini menunjukkan bagaimana subjek keluar-masuk dunia objektif yang diungkapnya, antara dingin dan emosional, terharu dan bingung, kritis dan lebur silih berganti, dalam pergulatan untuk mendapatkan kejernihan dan pencerahan di dunia yang amburadul. Selengkapnya

     

  • Buku dan Book Chapter merupakan luaran penelitian yang direkognisi oleh Ristek/BRIN dan merupakan sarana untuk mendesiminasikan hasil penelitian. Saya menyambut baik tulisan 17 penulis dalam bentuk book chapter dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ini, baik PTN dan PTS dari Jawa dan luar Jawa, sebagai bagian dari diseminasi hasil penelitian kepada sesama peneliti khususnya, dan masyarakat pada umumnya, terutama di tengah pandemik Covid-19 ini. Saya mengapresiasi terbitnya Book Chapter ini yang digagas oleh para alumni Program S3 PB UNJ ini, sekaligus juga menumbuhkan jalinan persahabatan antar peneliti, baik yang masih berkutat menyelesaikan disertasinya, maupun yang sudah mengabdikan diri di bawah naungan NKRI yang kita cintai dari Sabang sampai Merauke.
    Penelitian dalam book chapter ini dapat dikategorikan menjadi 3 bagian, yakni: yang lampau, sekarang, dan yang akan datang. Ketiganya memiliki peran masing-masing serta memelukan peran kajian pustaka yang handal dan up to date sebagaimana dipaparkan oleh peneliti senior dari UNS, Prof. Joko Nurkamto.
    Penelitian yang berangkat dari masa lampau dapat digunakan sebagai petuah, pengajaran nilai moral dan sudut pandang baru jika dilihat dengan kaca mata masa kini. Beberapa contoh penelitian yang masuk kategori ini adalah Hermeneutic Transcendental of Poison Tree by William Blake’s Poetry, Wedhatama sebagai Bahan Ajar Sastra di Era Milenial, Pendidikan Moral dalam Legenda Sungai Biduk Muba. Sedangkan penelitian yang berangkat pada masa sekarang dapat digunakan sebagai cerminan sejauh mana sebenarnya zaman telah bergerak yang dapat dilihat dari penelitian yang berjudul: Implementation of Information Technology and Communication in Language Teaching; Implementing of Brain-friendly Strategies in English Academic Writing Class, A Content Analysis of English Textbooks (A Study of English Textbooks Published by Gontor Press). Penelitian yang ditujukan untuk masa yang akan datang dapat digunakan sebagai bekal untuk menghadapi menghadapi tantangan zaman mendatang. Sebagai contoh penelitian yang dapat dimasukkan dalam kategori ini adalah: “Media Pembelajaran BIPA untuk Menuju Era 5.0: Penerapan dan Persepsi Pemelajar”, The Challenges of Humanity in Society 5.0 Represented by Some ComputerGenerated Imagery Short Films for Children Literature dan masih ada beberapa penelitian menarik lain yang belum disebutkan di sini.

  • Mengapa saya memberikan judul Bahasa Inggris itu mudah, dikarenakan dua hal penting. Pertama, kita sebagai orang Indonesia dalam kurikulum pendidikan nasional kita sudah cukup dalam mempelajari bahasa Inggris, sejak tingkat pendidikan dasar hingga jenjang universitas. Kedua, Materi bahasa Inggris tidak mengalami perubahan yang signifian dalam waktu yang cepat. Materi bahasa Inggris masih mengenai, pengucapan, tenses, grammar. Masalah utama di Indonesia adalah bagaimana kita bisa berbicara bahasa Inggris. Kami menjawab dengan tiga hal tentang pertanyaan tersebut.

    Pertama, mulai berlatih pengucapan, sebab pengucapan bahasa Inggris berbeda dengan pengucapan bahasa Indonesia. Artinya perbedaan pengucapan akan berdampak pada perbedaan arti dalam bahasa Inggris. Hal lain adalah disaat kita melatih pengucapaan disaat itu pula kita mulai merubah kebiasaan kita dalam bahasa Inggris dari passive menjadi active.

    Kedua, mulai berlatih penyusunan kalimat. Penyusunan kalimat dalam bahasa Inggris bernama tenses. Hal yang utama dari tenses adalah perubahan kata kerja. Buku ini mengulas ada lima tenses dan hal tersebut adalah tenses dasar bagi seseorang yang ingin berbicara bahasa Inggris.

    Ketiga, Jadikan kebiasaaan. Apakah artinya? Kami ingin mengatakan dengan sederhana, selain buku ini dibaca dan mengerjakan latihan, hal yang juga penting adalah mulailah berbicara bahasa Inggris. Setiap hal yang mengenai bahasa Inggris mulai dipelajari lebih serius. Di zaman yang serba canggih belajar bukan hal yang sulit dan membosankan. Melalui menonton youtube yang berbahasa Inggris seperti news, film, dan lagu. Kita sudah mulai membiasakan bahasa Inggris dalam kehidupan kita. Maka, tidak ada alasan untuk mengatakan bahasa Inggris itu sulit, selama kita belum mencoba melangkah untuk berbicara bahasa Inggris. Selamat mencoba, pasti berhasil.

  • Terdapat kekuatan besar yang mengatur dan beroperasi dalam kebudayaan global, termasuk kebudayaan kita di dalamnya. Kekuatan tersebut, dalam salah satu versinya disebut biopower, suatu kekuasaan (dan kekuatan), yakni “organ hidup” dalam tubuh kebudayaan yang melahirkan berbagai pemikiran, tindakan, bahkan hingga ke hal-hal perasaan. Berbagai ideologi yang bersaing, dan terutama yang dominan, merupakan efek lanjutan biopower. Terbentuklah suatu kebudayaan yang asimetris, hierarkis, dan eksploitatif.

     

    Dalam situasi tersebut, kita perlu mendorong dan memperkuat biokultural, energi hidup yang selayaknya dijadikan substansi utama tubuh kebudayaan kita. Suatu energi positif yang hidup dalam pribadi kita masing-masing. Energi rasa senang, suka, sayang, gembira, dan cinta, yang diharapkan dapat menjadi pesaing berhadapan dengan kekuatan lanjutan dan implikasi biopower. Dalam semangat tersebutlah berbagai esai yang terkumpul dalam buku ini saya tulis dan persembahkan.

  • Pendidikan karakter menjadi trending topik dalam pemerintah sekarang karena disadari bahwa membangun karakter tidak mungkin dilepaskan dari maju mundurnya sebuah bangsa dan menjadi amanat para faunding fathers kita untuk diwujudkan. Pendidikan karakter dalam kurikulum sekolah tidak dibelajarkan secara mandiri sebagai mata pelajaran tetapi dimasukkan ke dalam seluruh mata pelajaran yang sudah ada, dalam hal ini Pelajaran Sastra Indonesia. Pemilihan bahan ajar sastra berbasis karakter dalam buku ini sudah melalui desain yang panjang, dimulai dari studi pendahuluan yang bertujuan melihat kemampuan siswa, dilanjutkan need analysis, dan workshop yang diselenggarakan di SMKN II Klaten pada tanggal 19 Mei 2015. Diharapkan buku sastra Indonesia berbasis karakter yang disusun ini dapat dioperasionalkan secara mudah dan menyenangkan. Seluruh bahan ajar yang dipilih di dalam buku ini disesuaikan dengan karakter yang akan dibelajarkan. Pada bagian akhir buku ini juga disertakan lampiran bahan ajar alternatif untuk sastra Indonesia SMA, SMK, MA.

  • Sebuah usaha awal agar pembaca bisa mengintip dunia Romawi Kuno yang diabadikan Catullus dalam puisi-puisinya. Buku ini dilengkapi dengan puisi-puisi versi Latin (yang tentu saja sudah menjadi milik publik, dapat diakses bebas di internet), dengan tujuan paling mendasar, agar bentuk asli puisi-puisi tersebut dapat tetap “dinikmati” bersamaan dengan penelusuran terhadap gagasan-gagasan di dalamnya melalui bahasa terjemahannya. Untuk memudahkan pemahaman atas konteks, sejumlah catatan akhir, yang dianggap perlu, disertakan pada sejumlah puisi. Diterjemahkan oleh Mario F. Lawi.

  • Naskah nomor 31, “Bualan Warto Kemplung, Cerita Bersambung Mustofa Abdul Wahab”, adalah Pemenang Pertama. Karya kritik sastra ini menyoroti strategi dan bentuk naratif novel Dawuk: Kisah Kelabu dari Rumbuk Randu karya Mahfud Ikhwan (2017), dengan fokus sudut pandang penceritaan oleh dua narator. Pengulas menunjukkan bahwa peristiwa pembacaan adalah upaya untuk memasuki suatu narasi sekaligus proses untuk memahami bagaimana “realitas” terbentuk dalam narasi, baik narasi versi narator pertama maupun yang kedua. Masing-masing versi saling berkelindan sehingga pembaca digiring agar tidak lagi mempersoalkan “realitas” mana yang lebih mungkin untuk dipercayai. Analisis naratologisnya tidak hanya mengungkapkan kepiawaian dan kebaruan estetik dari karya yang dikritik, melainkan juga membuatnya berhasil mengungkapkan posisi pasca-kolonial dan pasca-modern karya tersebut sebagai karya yang melawan lupa, menjadi penulisan sejarah alternatif dari sejarah resmi, dan sekaligus sebuah karya yang sadar-diri atau metafiksi.

    Kekuatannya yang lain adalah kemampuan karya kritik ini menerapkan berbagai teori yang menjadi dasar perspektifnya dengan sangat cermat tanpa membuat teksnya mengalami penindasan. Karya kritik ini memperlakukan teori secara terbuka dan membiarkannya membangun hubungan dialektik dengan teks sehingga ia berhasil mengungkap kebaruan karya yang diteliti dan sekaligus menemukan kontribusi karya terhadap kerangka teori yang ada. Kemampuan kritik ini dalam menempatkan Dawuk dalam konteks sejarah sastra Indonesia dan bahkan dunia adalah kekuatan lainnya yang patut digarisbawahi. Hal itu tidak hanya menunjukkan bahwa sang penulis mempunyai wawasan sejarah sastra yang memadai, melainkan juga memperlihatkan kemampuannya menggunakan wawasan tersebut dengan tepat.[]

     

    Faruk, Nirwan Dewanto, Wicaksono Adi

    Pertanggungjawaban Dewan Juri Sayembara Kritik Sastra Dewan Kesenian Jakarta 2019

    (Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 4 Desember 2019)

  • Catatan
    Tahun 1999 kumpulan puisi “Di Atas Umbria” diterbitkan Indonesia Tera untuk pertama kalinya. Kumpulan ini berisi puisi-puisi yang sebagian besar merupakan catatan perjalanan saya ke sejumlah tempat. Dengan keterbatasan halaman yang ditetapkan penerbit waktu itu, puisi-puisi dari periode ini terpaksa saya seleksi secara ketat sehingga tidak semua bisa termuat. Alhamdulillah, sambutan publik sastra terhadap kumpulan ini lumayan baik. Tahun 2001 kumpulan puisi ini mengalami cetak ulang.

    “Di Atas Umbria” sudah belasan tahun menghilang dari pasaran, sementara yang menanyakan kepada saya tentang keberadaan serta di mana dapat memperoleh kumpulan puisi tersebut semakin banyak. Sejak beberapa tahun lalu saya sudah punya keinginan menghadirkan kembali kumpulan ini kepada publik sastra, namun selalu tertunda. Ketika tahun 2010 kebetulan bertemu dengan Dorothea Rosa Herliany dari Indonesia Tera, saya sempat meminta izin seandainya sekali waktu “Di Atas Umbria” akan dicetak lagi, meskipun pada saat itu belum jelas siapa penerbitnya.

    Dalam edisi baru yang diterbitkan Penerbit Gambang, kumpulan puisi ini mengalami perubahan. Selain memperbaiki kesalahan kecil yang sifatnya teknis serta sedikit revisi untuk satu dua puisi, juga ada penambahan 13 puisi yang tidak termuat pada cetakan pertama dan kedua. Penambahan ini dimaksudkan agar “Di Atas Umbria” lebih utuh sebagai kumpulan. Puisi-puisi tambahan semuanya ditulis pada periode maupun atmosfir penciptaan yang sama, dan secara tematik sangat berkaitan. Dengan demikian edisi ini menjadi sedikit lebih tebal dibanding cetakan sebelumnya.

    A.Z.N.

  • Hikayat Anak-anak Pendosa memiliki sebuah eksplorasi yang berani dan menjanjikan.
    Tia Setiadi – Penyair dan Kritikus Sastra

    Banyak hal yang harus diperhitungkan di dalam menulis puisi. Tidak sekedar bergagah-gagahan dengan kata, atau menggarap tema “Nyeleneh” puisi harus memiliki karakter sendiri. Karakter di mana kita bisa membaca perjalanan penulisnya. Puisi-puisi dalam buku HikayatAnak-anak Pendosa cukup nikmat untuk dibaca. Waktulah kelak yang akan mengantar penyairnya untuk di uji.  Apakah mampu bertahan dan makin kokoh?
    Oka Rusmini – Novelis dan Penyair

    Buku puisi Muhammad de Putra, Hikayat Anak-anak Pendosa, akan menjadi buku puisi yang saya simpan di rak khusus bersama buku-buku puisi lain dari penyair Indonesia yang saya sukai.
    Cecep Syamsul Hari – Penyair

  • Buku ini merupakan kumpulan geguritan (puisi berbahasa Jawa) yang ditulis antara lain oleh: Prof. Dr. Agus Nuryatin, M.Hum. (Univ. Negeri Semarang), Prof. Dr. H. Bani Sudardi, M. Hum. (Univ. Sebelas Maret Surakarta), Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd. (Univ. Negeri Malang), Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum. (Univ. Negeri Jember), Prof. Dr. Suminto A. Sayuti (Univ. Negeri Yogyakarta), Prof. Dr. Suwardi Endraswara, M.Hum. (Univ. Negeri Yogyakarta), Drs. Pardi Suratno, M.Hum. (Kepala Balai Bahasa Yogyakarta), Budhi Setyawan (Depkeu RI), dan beberapa penggurit lainnya. Buku ini dikuratori oleh Dr. Esti Ismawati, M.Pd.

    Sale!
  • Serat Wedhatama was written by Sri Mangkunegara IV in early 1881 a few months before he died. There was no definitive clue when the book began to be written. However, by following the flow of events that colored his life, he apparently wrote Wedhatama when he felt that his death was approaching. He suffered a mild stroke which resulted in impaired eye and left hand. He had ordered his son, KPH Gondosewoyo, who was taking a technical school in Delft, to order a marble stone and steel frame that would later become his mausoleum. In addition he also began to order to build the cemetery Girilayu.

    The burial places of the Mangkunegaran kings were to be built on the grounds that the Mengadeg funeral complex was full. The cemetery is the tomb of Mangkunegara I to the tomb of Mangkunegara III in addition to other Mangkunegaran relatives, one of which was Raden Ayu Semi the first empress of Mangkunegara IV.

    Wedhatama is different from the previous works that were not specifically mentioned for whom those were intended. It was different from Serat Paliatmo which was clearly intended for his sons. Another example is Serat Tripama as a guide for the warriors. Wedhatama is the great words of praise for all humans. In it contained teachings about how to process the feeling, creation, and intention of a human being. It also gives a lesson on how a human relationship with other humans should be regulated. In Wedhatama Sri Mangkunegara IV no longer sorted life in several fragments as in Serat Paliatmo. In it he divided life into fragments or parts such as: family life, homeland, environment, and so on. In contrast, in Wedhatama Mangkunegara IV saw life as a totality.

     

    RM Darajadi Gondodiprojo


Showing 1–12 of 49 results

logo-gambang-footer

Jika Anda Merasa Kesusahan dalam Berbelanja Buku dari Website Kami Silakan Order Melalui Nomor WhatsApp Berikut : 0856-4303-9249

Top