Description
Puisi bukan sekadar genre dalam dunia sastra. Ia adalah napas yang ditarik dalam, lalu dihembuskan dengan khidmat. Dalam sejarah batin saya, puisi hadir bukan sebagai pilihan akademik, apalagi karier, tetapi sebagai keniscayaan hidup. Ia datang dari lorong kesunyian, dari percakapan rahasia antara jiwa dan Tuhan, dari keheningan yang hanya bisa dipahami melalui bahasa yang tidak biasa. Dalam konteks inilah saya melihat puisi bukan hanya sebagai “kata indah”, tetapi sebagai “jalan pulang” menuju kedalaman makna kehidupan.
Adapun rintik hujan dalam puisi-puisi saya, terutama yang terkumpul dalam Rintik Hujan di Atas Buku Harian, bukan semata simbol alam atau pelengkap suasana murung. Rintik hujan adalah lambang spiritualitas yang cair dan turun perlahan, menggugah batin yang beku, mengingatkan bahwa sesuatu yang kecil bisa memiliki kekuatan besar untuk meresapi tanah hati yang keras. Hujan, bagi saya, adalah simbol kehidupan, lambang kesunyian, sekaligus ruang permenungan yang tak lekang oleh waktu. Ia datang tanpa disuruh dan pergi tanpa pamit, persis seperti ilham yang mengetuk batin para penyair.





Reviews
There are no reviews yet.