-
PERAHU MABUK
0Rp 50.000Saut Situmorang lahir 29 Juni 1966 di kota kecil Tebing Tinggi, Sumatera Utara, tapi dibesarkan sebagai “anak kolong” di Kota Medan. Setelah hidup merantau sebagai imigran di Selandia Baru selama 11 tahun, di mana dia juga melakukan pendidikan S1 (Sastra Inggris, Victoria University of Wellington) dan S2 (Sastra Indonesia, University of Auckland)-nya sambil mengajar Bahasa dan Sastra Indonesia di kedua almamaternya itu, sekarang menetap di Jogjakarta sebagai penulis full-time. Buku Perahu Mabuk edisi baru ini merangkum puisi-puisinya yang pernah ditulis sejak tahun 1997 hingga tahun 2013.
-
PERJALANAN MENUJU MARS
0Rp 45.000Tema-tema identitas yang muncul merupakan bagian dari problem yang disebutkan di atas. Kontestasi antargender, etnis, dan agama, yang semua merupakan ekspresi kebebasan yang terbuka setelah Orde Baru, telah menjadi masalah di kemudian hari, terutama konflik horisontal di kalangan masyarakat, yang kemudian disebut dengan istilah “populisme”. Masalah ini tentu bersumber bukan dari nilai-nilai budaya identitas tadi semata, tetapi terutama berkaitan dengan masalah ekonomi dan politik. Di sinilah sastra perlu hadir untuk merenung dan bertanya tentang akar masalah dari fenomena ini, tentang perlunya semangat keadilan dan kemanusiaan yang berangkat dari diagnosa terhadap model ekonomi dan politik yang berbeda. Jika sastra berpaling muka dari problem-problem tersebut—dengan melahirkan karya-karya yang tidak kritis— mungkin tak mengubah posisi sastra di hadapan publik, namun secara substansial sastra bukan lagi jalan keluar dari masalah melainkan justru menjadi bagian dari masalah tersebut.
Tak ada pilihan lain bagi kita selain kembali menjadi kritis di tengah keterasingan dan eksploitasi ekonomi yang bekerja secara virtual serta banjir informasi yang tidak baik. Dalam kerangka tersebut, mayoritas/minoritas dari kita bukan lagi dipandang Jawa/Cina, laki-laki/perempuan, Islam/Kristen, tapi kaum miskin yang tidak sadar dirinya miskin yang harus menjalani hidup dengan menggunakan hal-hal yang bukan miliknya: kontrakan, kafe, motor, kulkas, bahkan pengetahuan, bahasa, dan ideologi. Semua kita peroleh secara kredit; betapa pun nyaman, semua barang itu adalah pinjaman yang belum kita lunasi.
Di tengah kondisi itulah puisi-puisi Irwan Segara yang terkumpul dalam antologi Perjalanan Menuju Mars (Gambang, 2018) hadir sebagai karya yang menyegarkan dan layak disambut dengan baik. Tentu belum sehebat Pablo Neruda dan Nizar Qabbani (meski tebakan saya Irwan dipengaruhi oleh keduanya), tapi cukup mewakili semangat kritis terhadap kondisi zamannya yang dikemas dalam ungkapan yang jelas dan langsung serta dengan sentuhan liris yang indah. Penalaran yang logis dengan penggambaran yang realis amat dibutuhkan untuk memasuki kenyataan, dan gaya lirisnya dapat membantu pembaca untuk bertahan merenungkan keadaan yang sering tidak manusiawi.
(Muhammad Aswar, Penyair)
-
PERLUNYA PANGGUNG ALTERNATIF
0Rp 120.000Paling tidak, selalu terdapat ruang bebas sebagai panggung alternatif dalam diri kita untuk terus menerus, memberi dan membuka peluang mencari dan memperbanyak panggung-panggung alternatif yang dimungkinkan oleh rasa dan gairah yang mampu terus bergembira, gairah dan rasa yang tidak terganggu untuk terus besenang-senang, baik sebagai cara mengelola kekuatan strukural, maupun sebagai cara hidup itu sendiri.
-
Pinara Pitu
0Rp 49.000Percayalah, di balik laku spiritual yang mesti ditempuhnya, di balik napas puisinya yang selalu menyiratkan pemahamannya akan kosmologi Hindu-Bali, Mira hanyalah manusia biasa. Perempuan kurus dan cerewet ini bagi saya adalah perempuan konyol, lengkap dengan kisah hidup konyolnya. Salah satu pesan Mira kepada pembaca adalah: bacalah Pinara Pitu sambil bakar dupa dan jangan pernah membaca Pinara Pitu tanpa ditemani secangkir kopi. Konyol, bukan? Sekonyol dia yang sedang asyik-asyiknya belajar menenggak kopi, sekonyong-konyong bila kopi adalah hal paling memabukkan di bumi selain puisi.
(Komang Ira Puspitaningsih dalam Epilog Pinara Pitu) -
POTRET DESTINASI WISATA GUNUNGKIDUL
0Rp 85.000Kegiatan penerbitan buku ini bertujuan untuk dapat mempromosikan potensi wisata di sekitar Kabupaten Gunungkidul. Kisah yang tertulis di dalam buku ini diharapkan dapat menambah referensi wisata di Gunungkidul sebagai salah satu wilayah wisata yang sedang berkembang pesat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Akhirnya, selamat membaca dan selamat menyelami keindahan aneka destinasi wisata di Gunungkidul.
-
R. A. KARTINI DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF
0Rp 130.000Munculnya karya baru sebuah e-book tentang Kartini dari Monash University yang berjudul Kartini The Complete Writings 1898-1904 Edited and Translated by Joost Cote (terbit pertama tahun 201 4 dan dishare ke publik dalam bentuk pdf buku tahun 2021 ) rupanya telah memantik nasionalisme Saudara Dr. Esti Ismawati, MPd dkk untuk kembali membaca, memahami, dan menelaah pemikiran RA Kartini yang memang sangat diperlukan bagi bangsa Indonesia yang secara kodrat menjadi tempat lahirnya Kartini.
Mengenang atau memperingati hari Kartini pada tanggal 21 April setiap tahunnya selayaknya bukan hanya menitikberatkan pada aspek lahiriah formal dengan berkonde, melainkan juga merenungkan secara jernih pikiran-pikiran apa sesungguhnya yang dibawa Kartimi dalam kehidupan singkatnya. Selama ini Kartini hanya dikenal dan dikenang sebagai pahlawan emansipasi Wanita di Indonesia. Soal apa persisnya pikiran-pikiran itu dan bagaimana Kartini merumuskannya belum pernah benar-benar diungkap kecuali untuk mereka yang berinisiatif mencari tahu sendiri. Semoga apa yang ditulis oleh Dr. Esti Ismawati, MPd dari Universitas Widya Dharma Klaten dan kawan-kawan dosen dari UGM, UNS, UNAIR, UNDIP, UIN Walisongo Semarang, Univ. Dian Nuswantoro Semarang, UMP Purwokerto, Universitas Tidar Magelang, UNSRI Palembang, IAIN Surakarta, Lembaga Budaya dan Adat Keraton Surakarta, UPS Tegal, STKIP PGRI Jombang, dan Guru SD di Bandung ini merupakan tulisan yang dapat dikatakan sebagai bentuk rekonstruksi dan hakikat perjuangan Kartini.
Saya menyambut baik hadirnya buku KARTINI DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF yang ditulis para dosen di tengah pandemic covid 1 9 yang hingga kini belum merada. Semangat mereka perlu mendapatkan apresiasi dari khalayak dengan membaca buku ini. Saya berpendapat bahwa buku ini merupakan “Sebuah buku yang sangat penting bagi sejarah perempuan Indonesia yang gigih mewujudkan emansipasi khususnya dalam bidang Pendidikan” yang layak untuk dibaca.
Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian
Lembaga Ilmu Pengetahuan IndonesiaProf. Ocky Karna Radjasa, MSc, PhD
-
Rahasia Dapur Bahagia
0Rp 40.000Boleh dikata, “Rahasia Dapur Bahagia”, kumpulan puisi dengan tiga segmen. Segmen Rahasia, ensiklopedi deskriptif historik. Segmen Dapur, ensiklopedi deskriptif kulinerik. Segmen Bahagia, ensiklopedi deskriptif konklutif kisah-kisah, logistik dalam teks tradisi, dan rasa bahagia karena ketersediaan sarana bahagia. Alam dan tanaman, alam dan satwa, alam dan manusia. Suatu sambungan kesadaran reportatif, historik, dan logistik yang menjadi satu paket rahasia-rahasia pusat kebahagiaan. Ada pada pucuk lidah. Bisa pengecap cicipan, citarasa kunyahan, ataupun silat perkataan. Betapa licinnya pucuk lidah.
-
RENCANA PEMBUNUHAN TERHADAP KUBU PANDAWA
0Rp 40.000Sudah aku bilang, ketika pertama kali membaca puisimu, aku sudah jatuh hati. Aku terkejut dan begitu cemburu kau bisa membuat puisi seperti itu, ketika kau masih begitu muda. Tapi di balik itu, aku merasa kamu menyimpan luka dan getir. Apa yang menyebabkan kamu seolah kecewa. Aku ingin membaca puisi-puisimu yang lain, tidak hanya yang di sini. Teruslah menulis puisi, terutama dunia kehidupan dari teologi dan kosmologi wayang yang dengan pahit dan indah kamu pahami. Aku cuma berharap kamu kuat dan konsisten dalam merawat, dan sekaligus, menyembuhkan luka. Luka kita, luka dunia. -Aprinus Salam, dosen FIB UGM Yogyakarta.
-
RENUNG
0Rp 70.000Ditulis oleh 19 penulis perempuan Indonesia: Ade Novi, Ani Rostiani, Cucu Unisah, Desi Oktoriana, Dian Hartati, Dian Rachma, Dian Rennuati, Esti Ismawati, Fini Marjan, Heni Hendrayani, Nella S. Wulan, Nina Raymala, Nuning Damayanti, Rieka Ningrum Prasetyo, Riska Mutiara, Rini Garini Darsodo, Sri Sunarti, Tati Y. Adiwinata, Windhihati Kurnia.
Pernahkah suatu waktu kita memasuki ruang sunyi, berbicara dengan diri sendiri tentang banyak hal yang kita temui dalam hidup?
Satu dua peristiwa mungkin mengendap di batin kita. Bukan semata pengalaman diri, bisa juga sebab empati kita pada sesuatu atau pada seseorang yang kita temui dalam keseharian kita, atau boleh jadi kita tersentuh untuk memasuki ruang renung, kembali ke balik diri untuk lebih mengetahui sejatinya diri.Sesuatu yang mengusik batin itu, kami tuliskan dan kami persembahkan untuk anda semua di dalam “RENUNG.”
-
-15%
RUMAH
0Original price was: Rp 65.000.Rp 55.000Current price is: Rp 55.000.“Rumah” bukanlah tempat fisik. Tetapi di mana kita menemukan cinta, perhatian, dan kedamaian yang hakiki; sebuah alasan untuk hidup. Ke sanalah kita selalu rindu untuk pulang.
-
SAJAK CINTA UNTUK HIDUP DAN MATI
0Rp 150.000Buku ini merangkum perjalanan kepenyairan Rekki sejak awal terjun di dunia sastra hingga sekarang. Judul buku ini, Sajak Cinta Untuk Hidup dan Mati, memberikan gambaran perhatian penyair yang tertuang dalam puisi-puisinya. Kata “cinta”, “hidup” dan “mati” tersebut satu tarikan nafas, seolah menebalkan garis besar pandangan hidup penyair. Sikap ini mirip, meski tak sama, dengan spirit penyair Subagio Sastrowardoyo, yang konsisten menulis puisi-puisi cinta (dalam makna luas) penuh perenungan (falsafah) akan makna hidup dan mati. Rekki Zakika menunjukkan gejala ini mulai dari karya-karya puisi awal kepenyairannya hingga sekarang.
Agus Manaji
-
SASTRA ANAK: JEJAK LANGKAH DI DUNIA ANAK-ANAK
0Rp 130.000Sastra anak selalu dipahami dengan indahnya warna-warni dunia anak, penggambaran cerita rakyat, dan tempat beraneka macam hewan diilustrasikan dengan sangat indah. Pluralitas cerita tersebut merupakan tujuan utama dalam menggaet penikmat sastra anak. Dalam buku ini konteks yang dibahas tidak hanya menampilkan bagaimana indahnya sastra anak melalui pluralitas ceritanya saja. Lebih daripada itu, berangkat dari berbagai isu-isu yang tertulis maupun tersirat dari setiap karya sastra anak yang semakin berkembang seperti kelas sosial, inklusivitas, gender, rasisme, bahkan orientasi seksual. Isu-isu tersebut menjadi topik utama dalam kajian setiap artikel dalam buku ini.